Thursday, September 01, 2005

Profesi Perencana Keuangan (Financial Planner)





Apakah Perencanaan Keuangan itu?
Perencanaan keuangan adalah proses untuk mencapai tujuan hidup Anda melalui manajemen keuangan yang hati-hati. Tujuan hidup bisa termasuk membeli rumah, menabung untuk pendidikan anak Anda atau merencanakan dana pensiun.


Proses perencanaan keuangan terdiri dari 6 langkah yang menolong Anda untuk melihat secara "gambaran besar" atau "big picture look" dimana Anda berada dalam konteks keuangan. Dengan menggunakan 6 langkah ini, Anda dapat mengetahui dimana posisi Anda sekarang, apa yang Anda butuhkan di masa depan dan apa yang Anda harus lakukan untuk mencapai tujuan Anda.
Proses ini termasuk mengumpulkan informasi keuangan yang relevan, menetapkan tujuan-tujuan hidup, menguji status keuangan Anda saat ini dan menghasilkan suatu strategi atau perencanaan yang berisi cara bagaimana Anda mencapai tujuan-tujuan Anda berdasarkan situasi saat ini dan rencana masa depan Anda.
Proses Perencanaan Keuangan


Proses perencanaan keuangan terdiri dari langkah-langkah:
  1. Menentukan dan menegaskan hubungan klien dan perencana keuangan.
    Perencana keuangan harus menjelaskan secara transparan atau mendokumentasikan jasa yang disediakan untuk Anda dan menegaskan tanggung jawab Anda dan dia. Perencana keuangan harus menjelaskan sepenuhnya bagaimana dia akan dibayar dan oleh siapa. Anda dan perencana keuangan harus menyetujui berapa lama hubungan profesional akan berlangsung dan bagaimana keputusan-keputusan keuangan akan dibuat.
  2. Anda dan perencana keuangan harus saling menegaskan tujuan hidup dan tujuan pribadi Anda, mengerti jangka waktu Anda untuk suatu hasil dan mendiskuskan, apabila relevan, apa yang Anda rasakan mengenai resiko. Perencana keuangan harus mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan sebelum memberikan Anda nasihat yang Anda perlukan.
  3. Menganalisa dan mengevaluasi status keuangan Anda.
    Perencana keuangan harus menganalisa informasi Anda untuk menilai situasi keuangan Anda dan menentukan apa yang Anda harus lakukan untuk mencapai tujuan-tujuan Anda. Tergantung dari jasa apa yang Anda minta, hal ini bisa termasuk menganalisa aset Anda, kewajiban dan arus kas, perlindungan asuransi saat ini, strategi investasi atau pajak.
  4. Membuat dan menyajikan rekomendasi perencanaan keuangan dan/atau alternatifnya.
    Perencana keuangan harus menawarkan rekomendasi perencanaan keuangan yang menyebutkan tujuan-tujuan Anda, berdasarkan informasi yang Anda sediakan. Perencana keuangan harus menjelaskan rekomendasi-rekomendasi keuangan tersebut bersama Anda untuk menolong Anda agar mengerti sehingga nda dapat membuat keputusan-keputusan yang berdasarkan informasi yang ada. Perencana keuangan harus juga mendengarkan kekhawatiran-kekhawatiran Anda dan melakukan revisi rekomendasi-rekomendasi tersebut secara tepat.
  5. Melaksanakan rekomendasi perencanaan keuangan.
    Anda dan perencana keuangan harus menyetujui atas bagaimana rekomendasi-rekomendasi keuangan tersebut akan dilakukan. Perencana keuangan mungkin yang akan melakukan rekomendasi-rekomendasi tersebut untuk Anda atau hanya menjadi "coach", yang melakukan koordinasi atas proses secara keseluruhan dengan Anda dan profesional lainnya seperti notaris/pengacara atau pialang saham.
  6. Mengawasi rekomendasi perencanaan keuangan.
    Anda dan perencana keuangan harus menyetujui atas siapa yang akan mengawasi perkembangan Anda dalam pencapaian tujuan-tujuan Anda. Apabila perencana keuangan yang bertanggungjawab atas proses tersebut, dia harus memberikan laporan kepada Anda secara periodik untuk meninjau situasi Anda dan melakukan penyesuaian atas rekomendasi-rekomendasi tersebut, apabila diperlukan, sesuai dengan perubahan hidup Anda.

Manfaat Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan memberikan arah dan arti atas keputusan keuangan Anda. Hal tersebut memberikan Anda pengertian atas bagaimana setiap keputusan keuangan yang Anda buat berpengaruh ke area lain dari keuangan Anda. Contohnya, membeli produk investasi tertentu mungkin membantu Anda untuk membayar KPR Anda lebih cepat atau mungkin menunda pensiun Anda secara signifikan. Dengan melihat setiap keputusan keuangan sebagai bagian dari suatu keseluruhan, Anda dapat mempertimbangkan efek jangka pendek dan panjang atas tujuan-tujuan hidup Anda. Anda juga dapat lebih mudah menyesuaikan perubahan hidup yang terjadi dan merasa lebih aman bahwa tujuan-tujuan Anda masih dalam jalurnya.

Dapatkah Anda Melakukan Sendiri Perencanaan Keuangan?

Beberapa peranti lunak keuangan pribadi, majalah atau buku dapat membantu Anda untuk melakukan perencanaan keuangan Anda sendiri. Tetapi, Anda dapat memutuskan untuk mencari pertolongan dari seorang perencana keuangan profesional apabila:
  • Anda membutuhkan keahlian yang tidak Anda miliki dalam beberapa area dari keuangan Anda. Misalnya, seorang perencana keuangan dapat membantu Anda mengevaluasi tingkat resiko dalam portofolio investasi Anda atau menyesuaikan rencana pensiun Anda berkaitan dengan keadaan keluarga yang berubah.
  • Anda ingin mendapatkan opini profesional mengenai rencana keuangan yang telah Anda buat untuk diri Anda.
  • Anda merasa tidak memiliki waktu untuk disisihkan untuk melakukan perencanaan keuangan Anda sendiri.
  • Anda memiliki kebutuhan yang sifatnya tiba-tiba atau peristiwa hidup yang tidak terduga seperti kelahiran, warisan atau penyakit kritis.
  • Anda merasa bahwa seorang penasihat profesional mungkin dapat menolong Anda meningkatkan cara Anda dalam mengatur keuangan Anda.
  • Anda tahu bahwa Anda membutuhkan peningkatan situasi keuangan Anda tapi tidak tahu harus mulai dari mana.


Siapakah Perencana Keuangan itu?
Seorang perencana keuangan adalah seseorang yang menggunakan proses perencanaan keuangan untuk menolong Anda untuk mendapatkan cara bagaimana mencapai tujuan-tujuan hidup Anda. Perencana keuangan dapat melihat secara "gambaran besar" atas situasi keuangan Anda dan membuat rekomendasi perencanaan keuangan yang cocok untuk Anda. Perencana keuangan dapat melihat seluruh kebutuhan Anda termasuk membuat anggaran dan menabung, perencanaan pajak, investasi, asuransi dan pensiun. Atau, perencana keuangan dapat bekerja untuk Anda atas satu persoalan keuangan tapi tetap dalam konteks situasi keuangan Anda secara menyeluruh. Pendekatan menyeluruh atas tujuan-tujuan keuangan Anda inilah yang membedakan perencana keuangan dengan penasihat keuangan yang lain, dimana mereka mungkin dilatih untuk fokus hanya ke area tertentu dalam kehidupan keuangan Anda.

Penasihat Keuangan yang Mungkin Bekerja Dengan Anda
Sebagai tambahan dalam menyediakan jasa perencanaan keuangan yang memenuhi syarat untuk Anda, banyak perencana keuangan yang juga terdaftar sebagai penasihat investasi atau memiliki ijin menjual asuransi atau saham yang mengijinkan mereka untuk membeli atau menjual produk. Perencana keuangan yang lain mungkin meminta Anda untuk menggunakan lebih banyak penasihat keuangan yang mempunyai spesialis tertentu untuk membantu Anda melaksanakan rekomendasi mereka. Dengan pendidikan yang tepat dan pengalaman, masing-masing dari beberapa penasihat dibawah ini dapat membawa Anda melewati proses perencanaan keuangan. Perencana keuangan yang mempunyai kode etik akan mengarahkan Anda ke satu dari profesional berikut untuk jasa yang tidak disediakan oleh mereka. Dengan cara yang sama, penasihat-penasihat ini harus mengarahkan Anda ke seorang perencana keuangan apabila mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan perencanaan keuangan Anda.

  • Akuntan
    Akuntan menyediakan jasa nasihat atas masalah pajak dan membantu Anda menyiapkan dan mengajukan laporan pajak Anda ke Direktorat Jenderal Pajak.
  • Perencana Keuangan
    Di Indonesia, perencana keuangan yang menyediakan jasa perencanaan keuangan untuk klien mereka diharapkan memiliki designation atau gelar profesi perencana keuangan yang berstandar internasional seperti Certified Financial Planner (CFP) atau Chartered Financial Consultant (ChFC). Untuk standar lokal, FPAIndonesia mengeluarkan gelar Registered Financial Planner - Indonesia (RFP - Indonesia), sedangkan IARFC mengeluarkan gelar RFA dan RFC.
  • Agen Asuransi/Reksa Dana
    Agen asuransi yang telah memiliki ijin menjual seperti Certificate in Unit Linked atau agen reksa dana yang telah memiliki ijin menjual sebagai Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) dapat menjual produk unit linked atau reksa dana kepada klien mereka.
  • Penasihat Investasi
    Seseorang yang ingin memberikan nasihat invetasi harus memiliki ijin dari BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) sebagai Wakil Manager Investasi.
  • Pialang Saham
    Pialang saham adalah orang telah memperoleh ijin dari BAPEPAM sebagai wakil perantara pedagang efek di pasar modal untuk kepentingan kliennya.

Profesi Perencana Keuangan (Financial Planner)

Profesi Perencana Keuangan (Financial Planner) saat in telah menjadi profesi yangterhormat dan berpenghasilan sangat tinggi di Amerika Serikat, Australia dan Eropa.Profesi ini juga berkembang pesat di Singapura dan Malaysia.Seorang Perencana Keuangan membantu klien untuk mencapai tujuan keuangannya melalui perencanaan:

  • Proteksi asuransi (insurance planning)
  • Investasi dan tabungan (investment planning)
  • Pensiun (retirement planning)
  • Pendidikan (education planning)
  • Pajak Penghasilan (income tax planning)
  • Warisan (estate planning)

Organisasi Perencana Keuangan

  • Financial Planning Association Indonesia (FPAI)

    FPA Indonesia adalah Asosiasi keanggotaan para profesional jasa keuangan di Indonesia. FPA Indonesia bersifat nirlaba dan independen. Setiap anggota Asosiasi wajib memenuhi kualifikasi minimum yang ditentukan oleh Asosiasi serta wajib memenuhi kode dan etika yang ditetapkan oleh komite kode etik. Tugas FPA Indonesia adalah untuk melayani para profesional dan kebutuhan bisnis dari para anggota agar mereka dapat memberikan nasehat perencana keuangan yang berkualitas bagi klien mereka di Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, FPA Indonesia bekerja sama dengan Institute Financial Planning Indonesia (IFPI) sebagai badan yang berfokus pada riset dan pengembangan disiplin ilmu perencanaan keuangan di Indonesia. FPAIndonesia menyelenggarakan pertemuan secara berkala untuk meng-update pengetahuan para anggotanya. FPA Indonesia memberikan gelar Registered Financial Planner - Indonesia (RFP-I) bagi mereka yang berhasil lulus materi modul 1 - 4. Website: http://www.fpaindonesia.org/


  • International Association of Registered Financial Consultants (IARFC)

    IARFC adalah salah satu organisasi nirlaba yang didirikan oleh Profesional Konsultan Perencana Keuangan berpengalaman dan akademisi untuk memberikan nilai tambah dan menunjuk para Konsultan Perencana Keuangan Profesional kepada Masyarakat Umum dengan memberikan gelar profesional yang berkualitas dan diakui di seluruh dunia. Tujuan dari IARFC adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang Konsultan Perencana Keuangan Profesional yang berkualitas yang ada di kota mereka untuk diplih menjadi Konsultan mereka. IARFC memberikan gelar Registered Financial Associate (RFA) untuk Associate Member dan Registered Financial Consultant (RFC) untuk full member. Website: http://www.iarfc.org/

Thursday, June 23, 2005

Boss Vs Pemimpin

BOSS VS PEMIMPIN


  1. Seorang boss mempekerjakan bawahannya, Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka
  2. Seorang boss mengandalkan kekuasaannya, Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.
  3. Seorang boss menimbulkan ketakutan, Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.
  4. Seorang boss mengatakan AKU, Tetapi seorang pemimpin mengatakan KITA.
  5. Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah, Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.
  6. Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan, Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.
  7. Seorang boss menuntut rasa hormat, Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.
  8. Seorang boss berkata, PERGI, Tetapi seorang pemimpin berkata, MARI KITA PERGI.

Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.

Dari Gordon Selfridge

5 Mitos Kepemimpinan

5 Mitos Kepemimpinan
Banyak orang mempunyai persepsi yang salah tentang kepemimpinan. Bila seseorang mempunyai prestasi akademik yang baik atau posisi manajerial, mereka mengasumsikan bahwa mereka pemimpin.Dalam hal tertentu, asumsi tersebut benar. Tetapi pada kenyataannya, prestasi akademis tidak ada kaitannya dengan kualitas kepemimpinan.Pemimpin sejati tidak dapat dianuagerahkan, diberikan atau ditunjuk. Kepemimpinan datang dari pengaruh dan pengaruh tidak dapat didelegasikan. Kepeminpinan diperoleh melalui proses. Waktu merupakan hal penting untuk memperoleh kepemimpinan.

Berikut merupakan 5 mitos kepemimpinan:

1. Manajemen
Merupakan salah besar bila kepemimpinan sama dengan manajemen. Perbedaan yang fundamental adalah bahwa dalam kepemimpinan kekuatan mempengaruhi betul ada, sedangkan dalam manajemen yang ada hanyalah karena sistem dan proses manajemen.
2. Entrepreneur.
Sering diasumsikan bahwa tenaga penjual dan entrepreneur adalah pemimpin. Orang hanya membeli produk dan tidak perlu pengikut.
3. Pengetahuan.
Banyak orang percaya bahwa pengetahuan merupakan inti kepemimpinan. Kenyataanya, kita sering menjumpai orang yang mempunyai nilai akademis istimewa dan kemampuan meneliti, tetapi memiliki kualitas rendah dalam kepemimpinan. IQ tidak memberikan garansi kualitas kepemimpinan.
4. Paling depan.
Konsep salah lainnya adalah pendapat bahwa orang yang berada di depan dan bersuara keras adalah pemimpin. Orang yang pertama bukan berarti pemimpin. Untuk menjadi pemimpin tidak harus ada di depan, tetapi membuat orang lain mengikuti visinya.
5. Posisi.
Konsep salah yang paling sering dimiliki orang adalah bahwa pemimpin diperoleh melalui posisi atau jabatan. Bukan posisi yang membuat seseorang menjadi pemimpin, tetapi yang memiliki kepemimpinan memperoleh posisi atau jabatan.Anda sering menjumpai seseorang yang sukses, cemerlang dan berbakat, tetapi dengan kualitas kepemimpinan sangat rendah. Tidak ada jalan pintas menjadi pemimpin, tidak peduli berapa tahun orang sudah memimpin. Kepemimpinan merupakan kombinasi antara strategi dan karakter. Karakter menciptakan kepercayaan dan dengan kepercayaan seseorang menciptakan kepemimpinan. Banyak organisasi runtuh karena pemimpinnya tidak punya karakter. Meskipun mempunyai daftar keberhasilan, karakter negatif membuat organisasi hancur cepat atau lambat.

8 Ciri-Ciri Pemimpin yang Berprinsip

CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG BERPRINSIP
Stephen R. Covey

Dalam situasi bisnis sekarang ini tampaknya mudah sekali orang membenarkan cara-cara kasar demi tujuan baik. Bagi mereka, "bisnis adalah bisnis", sedangkan "etika dan prinsip terkadang harus mengalah pada keuntungan". Selain itu, banyak juga kita lihat para pelaku dan pemimpin bisnis yang tampak berhasil menumpuk kekayaan, namun di belakang kehidupan mereka tampak kacau dan mengenaskan. Padahal bila kita tinjau, hampir setiap minggu muncul teori manajemen baru, namun tampaknya sedikit sekali yang meninggalkan hasil yang diharapkan.
Mengapa demikian? Menurut Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, "Seven Habits of Highly Effective People", dalam bukunya yang lain "Principle Centered Leadership", hal ini disebabkan mereka tidak lagi berpegang pada prinsip dasar yang berlaku di alam ini. Padahal hukum alam, berdasarkan pada prinsip, berlaku tanpa peduli apakah kita menyadarinya atau tidak. Oleh karena itu semestinya kita meletakkan prinsip-prinsip ini di pusat kehidupan, hubungan, kontrak-kontrak manajemen dan seluruh organisasi bisnis anda. Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari "dalam diri" dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan. Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar. Artikel ini tidak membahas apa itu prinsip menurut Covey, namun meringkas ciri-ciri pemimpin yang berprinsip. Ciri-ciri dari pemimpin yang mendasarkan tindakannya pada prinsip. Dengan demikian setidaknya kita bisa mengenal bagaimana kepemimpinan yang berpusat pada prinsip itu.

Ada delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip.

1--Mereka terus belajar.
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.

2--Mereka berorientasi pada pelayanan.
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karier. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.

3--Mereka memancarkan energi positif.
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.

4--Mereka mempercayai orang lain.
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.

5--Mereka hidup seimbang.
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakannya. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.

6--Mereka melihat hidup sebagai sebuah petualangan.
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.

7--Mereka sinergistik.
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.

8--Mereka berlatih untuk memperbarui diri.
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.

(Stephen R. Covey, Principle Centered Leadership)

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untukkedua kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi disaat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

Tuesday, May 10, 2005

Personal Profile

Diploma Degree
  • Computer Informatics
> LP3I Surabaya - 2001

Bachelor Degrees
  • Industrial Engineering => Sarjana Teknik (ST)
> University of Surabaya (UBAYA) - 1999
  • Management Economy ==> Sarjana Ekonomi (SE)
> Urip Sumoharjo Economy of College (STIEUS) - 2001
  • Business Administration => Sarjana Sosial (SSos)
> Indonesian Open University (UT) - 2002
  • Informatics Engineering ==> Sarjana Komputer (SKom)
> Surabaya Engineering of College (STTS) - 2002
  • Law ==> Sarjana Hukum (SH)
> Airlangga University (UNAIR) - 2002
  • English ==> Sarjana Sastra (SS)
> Petra Christian University (UK PETRA) - 2003
  • Public Administration ==> Sarjana Administrasi Publik (SAP)
> Indonesian Open University (UT) - 2005
  • Statistics ==> Sarjana Statistika (SStat)
> Indonesian Open University (UT) - 2007
  • Accounting ==> Sarjana Akuntansi (SAkt)
> Indonesian Open University (UT) - 2012
  • Science Communication
> Indonesian Open University (UT) - 2013

Master Degrees
  • Industrial Engineering => Magister Teknik (MT)
> Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS) - 2004
  • Science Management ==> Magister Sains Management (MSM)
> Airlangga University (UNAIR) - 2006
  • Notary ==> Magister Kenotariatan (MKn)
> Airlangga University (UNAIR) - 2008


Professional Designations
  • Registered Financial Planner - Indonesia => (RFP-I)
> MM Airlangga University (MM UNAIR) - 2005
  • Certified Professional in Brand Development ==> (CPBD)
> Marketing - Petra Christian University (PCU) - 2006
  • Certified Professional in Product Management ==> (CPPM)
> Marketing - Petra Christian University (PCU) - 2006
  • Certified Financial Planner ==> (CFP®)
> Financial Standards Board Indonesia (FPSB Indonesia) - 2007
  • Affiliate Wealth Manager ==> (Aff.WM)
> MM Gadjah Mada University (MM UGM) - 2007
  • Tax Consultant Examination Brevet A ==> Bersertifikat Konsultan Pajak (BKP)
> Ikatan Konsultan Pajak Indonesia - 2008
  • Qualified Wealth Planner ==> (QWP™)
> IAFP Global Pte Ltd - 2011
  • Certified Professional Human Resource ==> (CPHR®)
> Quantum Quality International - 2012
  • Indonesia Certified Professional Marketer ==> (ICPM)
> Indonesia Marketing Association - 2012
  • Associate Estate Planning Practitioner==> (AEPP®)
> Estate Planning Practitioners Limited - 2013
  •  Certified Behaviour Analyst ==> (CBA®)
> Quantum Quality International - 2013

License
  • Mutual Fund Selling Agent Representatives License: No: KEP-3830/PM/WAPERD/2005
> Bapepam-LK (Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency)

Examinations
  • Investment Manager Representatives
> The Committee For Capital Market Professional Standards
  • Broker Dealer Representatives License
> The Committee For Capital Market Professional Standards
  • Underwriter Representatives License
> The Committee For Capital Market Professional Standards
  • Advocate
> PERADI (Indonesian Advocates Association)
  • Advocate Candidate
> KAI (The Congress of Indonesian Advocates)